Senin, 08 Desember 2014

KETIKA BERSYUKUR ITU TERASA SANGAT INDAH



KETIKA BERSYUKUR ITU TERASA SANGAT INDAH

Pagi itu, saya baru saja selesai sholat subuh bersama teman-teman di pendopo besar, di lentera camp Trawa-Mojokerto. Udara sangat dingin saat itu, saya masih bertahan dengan kaos kaki dan jaket tipis yang selalu saya kenakan selama saya disana, alhasil saya masih tetap saja kedinginan. Kegiatan yang akan kami lakukan selanjutnya adalah Tracking, berbekal senter dan jas hujan kami siap melakukan kegiatan Tracking pada jam 05.00.
Selama perjalanan tidak ada yang dapat saya ucapkan selain “subhanallah”, istilah kerennya saya speechless, karena pemandangan yang menawan yang di suguhkan oleh bumi Trawas. Sawah hijau yang subur terhampar di sepanjang mata memandang, gunung menjulang tinggi yang luar biasa gagah, dan desa asri yang sejuk. Sungguh saat itu saya benar-benar mengaggumi setiap lukisan alam yang disuguhkan, Maha Besar Allah dengan segala ciptaan-Nya.
Rasa saat itu saya tidak ingin pulang dan kembali ke Surabaya. Rasanya saya ingin tetap disana, tetap  memandangi pemandangan yang menakjubkan, tetap takjub dengan segala ciptaan-Nya, dan tetap mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan kepada saya sehingga saya masih tetap bisa melihat keindahan tersebut dan dapat menuliskannya di dalam memory otak saya sebagai kenangan indah yang tak kan terlupakan. Sungguh saat itulah saya benar-benar merasa bahwa saya benar-benar dekat dengan Allah, melalui segala ketakjuban yang saya rasakan akan pemandangan menakjubkan yang tertangkap oleh mata saya. Subhanallah.

Senin, 10 November 2014

Let's study plurel irregurel and plural reguler noun

Plural Nouns

English Grammar Rules

In general the plural of a noun is formed by adding -S to the noun.
Singular Plural
car cars
house houses
book books
bird birds
pencil pencils

However:
1. When the noun ends in SS, SH, CH or X, we add -ES to the noun.
Singular Plural
kiss kisses
wish wishes
match matches
box boxes
fox foxes
  • I have a box in my bedroom.
  • I have three boxes in my bedroom.

2. When the noun ends in a VOWEL + Y, we add -S to the noun.
Singular Plural
boy boys
holiday holidays
key keys
guy guys

3. When the noun ends in a CONSONANT + Y, we remove Y and add -IES to the noun.
Singular Plural
party parties
lady ladies
story stories
nanny nannies
city cities

4. If the noun ends in F or FE, we remove the F/FE and add -VES to the noun.
Singular Plural
life lives
leaf leaves
thief thieves
wife wives

5. If the noun ends in IS, we change it to ES.
Singular Plural
analysis analyses
basis bases
crisis crises

6. There are a number of nouns that don't follow these rules. They are irregular and you need to learn them individually because they don't normally have an S on the end.
Singular Plural
man men
woman women
child children
foot feet
tooth teeth
goose geese
mouse mice
  • There is a child in the park.
  • There are many children in the park.

7. There are some nouns in English that are the same in the singular and the plural.
Singular Plural
fish fish
sheep sheep
deer deer
moose moose
aircraft aircraft
  • I can see a sheep in the field.
  • I can see ten sheep in the field.
Sometimes you will hear the word fishes (especially in songs) though it is grammatically incorrect.


Rabu, 08 Oktober 2014

Ayo cintai Indonesia!!! Keberagaman itu Indah ^_^



PIDATO KEBANGSAAN ATAU CINTA TANAH AIR


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Setiap orang pasti memiliki kewarganegaraan masing-masing. Nah, karena saya kebetulan adalah warga Negara Indonesia, maka pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan sedikit tentang rasa cinta tanah air kita yakni NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
Rasa Cinta terhadap tanah air sendiri menurut saya adalah, apa yang bisa kita lakukan dan bisa kita berikan terhadap negara kita. Misalnya dengan membawa nama negara ke kancah Internasional. Saya adalah orang multimedia kreatif, dunia saya adalah dunia yang penuhi oleh orang-orang kreatif. Nah, saya juga bisa membawa Indonesia ke kancah Internasional, misalnya dengan membuat sebuah film yang nantinya akan disangjung dan diakui oleh Dunia, itu sudah termasuk dalam upaya rasa terhadap cinta tanah air. Karena kita sudah membuat Indonesia di kenal di mata Dunia.
Kita tahu sendiri bahwa Negara kita ini terdiri dari berbagai macam suku dan budaya. Misalnya saja suku Jawa, Madura, Batak, Dayak dan lain-lain. Lalu apa hubungannya keberagaman suku dengan rasa cinta terhadap tanah air. Dalam hubungan bermasyarakat yang baik, kita perlu untuk saling menghormati antara yang satu dengan yang lain. Kita tidak boleh membedakan mana suku yang sama dengan kita, ataupun yang beda dengan kita. Di Indonesia kita tercatat sebagai orang yang sama yakni Bangsa Indonesia. Suku Dayak pun orang indonesia, madura juga Indonesia. Kalau gubungan dengan cinta tanah air seperti ini. Indonesia sendiri sudah terkenal dengan bangsa yang Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapai tetap satu jua. Artinya dengan menanamkan rasa saling menghargai, rasa persatuan dan persaudaraan serta rasa saling menjaga, kita sudah menanamkan rasa cinta terhadap tanah air. Karena cinta terhadap tanah air bukan berarti kita harus menggembar-gemborkan rasa cinta kita kita, tetapi kita juga harus berbuat sesuatu yang nyata, walaupun hal itu sederhana tapi dapat menunjukkan bahwa kita ini adalah bangsa Indonesia, bangsa yang terkenal ramah dan suka senyum, serta bangsa yang mempunyai rasa cinta terhadap tanah air dalam dirinya yang sangat kuat.
Menjaga kelestarian alam di Indonesia pun juga termasuk dalam rasa Cinta terhadap tanah air. Karena dari lestarinya lingkungan itulah kita dapat dikenal dunia. Seperti Bali yang terkenal dengan Indah pantainya, Pulau komodo dengan komodonya, Semarang dengan Borobudurnya dan masih banyak lagi. Bayangkan apa yang terjadi jika Indonesia tidak menjaga kekayaan yang dimilikinya. Mungkin indonesia akan terkenla sebagai negara yang tidak mempunyai kekayaan alam.
Mungkin itu yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Kamis, 25 September 2014

It's time for my favorite food


NASI GORENG


Nasi goreng. Di Indonesia siapa sih yang nggak tau makanan yang satu ini? Hampir di seluruh pelosok Indonesia berjejer warung yang menjajakan makanan ini. Makanan khas Indonesia dengan cita rasa khas lidah Indonesia dan harga yang relative murah membuat banyak kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa menyukai makanan ini. Dan karena alasan itu pula saya turut menjadikan nasi goreng sebagai makanan favorit saya.
            Nasi Goreng. Mungkin untuk orang yang pernah mnegenal makanan ini pasti berfikir bahwa makanan ini adalah nasi putih yang digoreng. Sudah. Tapi menurut saya nasi goring tak sesimple itu pengertiannya. Nasi Goreng itu nasi yang di campur dengan bumbu (cabe, bawang merah, bawang putih, garam, saus dan kecap.) kemudian di goring dan di beri topping telur dan irisan ayam. Apalagi jika memasaknya dengan hati riang, maka perasaan yang riang itu akan menjadikan nasi goring tersebut keren.
Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari makanan ini. Cara makannya pun biasa tidak seperti makanan tradisional yang biasanya makannya pun mempunyai cara tersendiri, nasi goring dapat di makan memakai sendok maupun langsung dengan tangan. Karena cara makannya itulah, makanan ini dapat ‘menyusup’ dengan baik diberbagai macam kalangan. Mulai dari yang biasa tidur diemperan jalan sampai yang tidur di kamar luas di gedongan. Makanan ini sangat fleksible dan mudah untuk membuatnya sehingga banyak yang menjadikan makanan ini sebagai uji coba pertama saat akan belajar memasak.
Pada tahun 2011, sebuah polling Internet yang diadakan oleh CNN International dan diikuti oleh 35.000 orang menempatkan Nasi Goreng pada peringkat dua dalam daftar '50 Makanan Terlezat di Dunia' setelah rendang. Jadi wajar saja jika banyak yang menjadikan makanan ini sebagai favorit nomer satu, karna selain keren makanan ini juga sudah diakui dunia rasanya.

Senin, 22 September 2014

Hampa

HAMPA
By
Yaya Chocho Brown
Sekuel Kesalahan
.

Dia masih berdiri disana. Terus disana dan akan tetap disana. Tak peduli pada fakta bahwa ia masih punya seseorang yang menunggunya disini. Tak peduli bahwa aku membutuhkannya disini. Tak peduli bahwa buah cinta kami sudah mengerti arti sebuah kasih sayang. Ia akan tetap disana. Memandang seseorang yang seharusnya ia buang jauh-jauh dari fikirannya. berharap bahwa seseorang itu akan kembali padanya.
-000-
daniel masih memandang wajah mungil nan imut itu yang saat ini ada di pangkuannya dengan datar tanpa ekspressi. Orang tua, mertua, dan kakaknya sudah tertawa bahagia sejak si kecil berhasil muncul di dunia ini.
Alex wood.
Anaknya dengan lily.
Ia mempunyai seorang anak sekarang. Ia menjadi seorang ayah. Tidakkah ia senang? Tidakkah ia bahagia?. Tidak. Ia merasa kebas sekarang. Bahkan wajah imut anaknya tidak mampu mengurangi rasa kebasnya. Dan ia juga menyadari ada rasa sakit juga di dalamnya.
-000-
lily berusaha untuk menahan tangisannya di depan keluarganya saat ini. ia bukannya menyesal melahirkan Alex wood.
Anaknya dan daniel.
Tapi, jika melihat ekspressi daniel saat ini, ia lebih memilih untuk mati saja. Untuk apa melahirkan anak yang bahkan suaminya saja tak bahagia akan hal itu. Bodoh bukan?
Ya. lily merasa menjadi wanita paling bodoh di dunia.
-000-
“Alex wood akan langsung terdaftar sebagai pewaris utama kekayaan Uchiha yang seharusnya menjadi jatah daniel.” Ucap Bryan wood, ayah dari daniel.
“itu bagus. Aku setuju, iya kan daniel?” tambah Sara Wood dengan mata berbinar bahagia. Ia memang sudah lama mengharapkan cucu dari anak sulungnya tersebut. Dan setelah menunggu lebih dari dua tahun akhirnya muncul juga apa yang di harapkannya selama ini.
“Hn.” Respon daniel dingin.
Selalu seperti ini. lily sudah menduga akan seperti apa respon daniel. Bahkan saat lily memberi tau suaminya tersebut bahwa ia hamil, respon suaminya sudah sangat dingin. Tidak ada kata-kata bahagia atau kecupan kasih sayang yang di berikan padanya. Yang ada hanyalah gumaman ‘hn’ dan berlalunya daniel.
Tiba-tiba pintu kamar lily terbuka, dan di susul dengan munculnya rose dan peter dari sana.
lily menatap daniel dengan tegang.
daniel menatap rose dengan pandangan lembut dan penuh kerinduan.
Dan akhirnya air mata yang sedari tadi di tahan lily meluncur juga dari sepasang mata indahnya. Tapi lily segera menghapus air matanya sebelum yang lain menyadari bahwa ia menangis.
“maaf kami terlambat. Ada sedikit urusan yang harus kami tangani terlebih dahulu.” Jelas rose pada Semuanya. Kemudian ia terkejut-atau berpura-pura terkejut-saat menyadari bayi mungil yang ada di gendongan daniel.
Ia menghampirinya dan mengelus pipi tembem Alex dan tersenyum tulus. daniel juga tersenyum –benar-benar tersenyum-.
Yang pertama untuk dua tahun ini.
“ia tampan. Mirip denganmu, daniel.” Ucap rose tulus.
“terima kasih.” Jawab daniel.
Demi Tuhan. lily lebih memilih untuk mencopot bola matanya sendiri dari pada melihat pemandangan seperti ini. mereka-daniel, rose dan Alex- terlihat seperti satu keluarga utuh yang bahagia. Melupakan fakta bahwa lily lah yang harusnya ada disana, lilylah ibu dari bayi itu. Bukan rose.
-000-
Setelah semua keluarganya pulang, keadaan berubah menjadi seperti biasanya di antara lily dan daniel. Dingin dan Hampa.
lily yang sedang menggendong Alex di tempat tidurnya, berusaha sekeras mungkin untuk tidak histeris menyadari  keadaan keluarganya yang menyedihkan. Dia mengigit bibir bawahnya keras.
Dilihatnya daniel masih duduk tenang di sofa yang tadi di duduki keluarganya. Memandang datar kearah pintu yang tadi di lewati keluarnya dan keluarga daniel. Sama sekali tak berminat memandang buah hatinya yang saat ini di gendong lily.
Oh Tuhan….. aku ingin mati saja
lily histeris dalam hati.
Tiba-tiba daniel berdiri. Tanpa memandang lily, ia berlalu meninggalkan kamar lily.
“Aku sudah mengurus semuanya.” Kata daniel saat dia akan membuka pintu kamar lily. “Aku sudah menandatanganinya, tinggal kau. Dan aku akan segera mengurus sisanya. Dan untuk masalah Alex lebih baik kita serahkan saja nanti semuanya pada hakim.” Lanjutnya dan berlalu tanpa memandang lily yang sudah tak dapat mengendalikan air matanya lagi.
Tega sekali ia pada istrinya.
lily menangis lirih. Tangisan yang penuh dengan luka yang mendalam. Merangkul Alex dengan erat. Menciumi pipi tembam anaknya yang saat ini sedang tertidur pulas.
Bahkan daniel pun tak berminat mempertahankan Alex.
-00-
Seminggu sebelum proses persalinan lily. daniel mengetahui semuanya.
Semuanya.
Salahkan lily yang meletakkan buku hariannya semabarangan di sofa keluarga saat ia sedang didalam kamr mandi. Ia mengira di situ aman. Karena daniel sedang ke kantor dan suaminya itu pasti akan pulang malam mengingat jadwal seorang direktur Wood Corp memang padat. Namun semua yang di pikirkan lily salah ketika dia melihat suaminya yang sedang duduk kaku di sofa keluarga meraka. Di tangannya, tergenggam buku catatannya yang telah terbuka.
Mendadak lily merasa takut. Dia mencengkeram ujung dress hamilnya dengan kuat. Tubuhnya bergetar hebat, menahan air mata yang siap tumpah kapan saja.
Tapi daniel tidak mengatakan apa-apa setelah  itu. Dia pergi begitu saja dari rumah itu, dan tak kembali sampai hari ini -hari kelahiran Alex- dia baru muncul.
Dan itu membuat hati lily hampa.
-000-
lily masih termenung sendiri setelah dua jam kepergian daniel tadi. Alex sudah di pindahkan ke box bayi yang ada di samping ranjangnya.
Air matanya masih saja mengalir dari mata indahnya yang menatap kosong objek apapun yang ada di depannya.
Akhirnya memang harus seperti ini kan? Kenapa kau bodoh sekali lily.
Tragis.
Akhir kisah cintanya sama sekali tidak seperti yang ia harapkan. Semuanya hancur hanya karena kebodohannya.
Ia memang bodoh.
Aku ingin mati saja.

-000-
.
.
.
.
Sabtu, 29 Maret 2011
Akhirnya aku yang menang kan, rose?
Aku memang pantas mendapatkannya. Mengingat selama ini kau selalu saja yang mendapatkan semuanya.
Kasih sayang Mom dan Dad, sahabat yang menyayangimu, bahkan daniel.
Aku tak akan menyesal dengan semua yang telah aku lakukan ini.
Aku pantas mendapatkannya.
Ya, pantas.
Kau bodoh rose. Kau bodoh karena tak mau mengakui perasaanmu pada daniel. Jadi bukan salahku kan mengatakan semua itu kepada daniel. Lagi pula kau masih punya peter. Jadi berbahagialah dengan peter –atau mungkin menderita?-
Aku tak akan menyesal.
Ya, aku menang.

-000-
The End

Let's talk about Yaya!! ^_^

Hai, i would to intruduce myself. My name is Novia Suryani, but you can call me Yaya. I was born in Lamongan 3rd Nopember 1995. I come from Brondong Pacrian Lamongan, nearly from WBL (Wisata Bahari Lamongan).
Let's talk about my personal. I like movie, very like. specially adventure movie like Harry Potter. other that I like reading, read novel. I like color Brown and pudding coklat. My favorite food is fried rice and burger. I like music, Pop and jazz. my favorite singer is Justin Bieber and my favorite song is Never say never like my motto. by the way, i do like beach. really like. Because if I in there, i feel comfortable and calm. And my dream to be a photographer.
oke, next about my Family. I have a happy Family! yeay! I have father, mother, and 2 siblings. my father name is Suparman, he is a farmer, but I proud about his job. my mother name is Sumanah, she is a pretty woman i have seen in the world, she is ahouse wife, and i love her very much. I have 1 little sister, her name is Putri, the cute and smart girl. she is in 4 year in elementary school. I have 1 little brother, his name is Syihab. he is very cute and i love him so much. he is still 4 month.
My education background. my first studied at MNU kindergarten 12 of Tlogoretno, than at Brengkok 1 Elementary school of brengkok. next, i studied at Al-akbar Junior school, then at SMKN 1 Brondong, and Finally, now i study in Electronic Engeneering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS). Hore!!!!
I have a lot of friend, but I just 5 bestfriend in vocational high school. first, Atin who is the politeter than the others. second is Saroh, this girl is smarter than others. third is Nonik. Nonik is the kind person. fourth is Neta, the beautiful one. and the last is Anggun my Bestfriend, my sister, my patner in crime n my BBF.
I think that enough about my self. I hope you enjoy read in my blog. and see ya! ^_^

thank you,
regard
Yaya :*


Senin, 28 Januari 2013

Rasa


“RASA”
            Rasa ini selalu mengusikku. Aku tak tahu apa namanya rasa ini. Tiba-tiba saja rasa ini ada dan menghujam hatiku.
            Setiap kali aku melihatnya, ada rasa aneh yang dalam hatiku. Kadang jantungku berdetak amat kencang di depannya, kadang biasa saja, dan kadang rasa benci yang teramat sangat yang aku rasakan padanya.
            pagi itu, hari minggu pukul 10.00 pertama kali aku bertemu dengannya, saat sahabatku Iin mengajakku untuk menemui teman saat SMPnya dulu. Awalnya aku menolak habis-habisan ajakan Iin tersebut, namun karena rengekan Iin yang membuatku tidak tega, akhirnya dengan berat hati aku menemaninya bertemu dengan teman SMPnya itu.
            Kami sampai di sebuah cafe tempat janjian Iin pukul 09.50, lalu kami pun mencari teman Iin tersebut, dan di situlah dia, duduk di meja sebelah pojok yang menjauh dari keramaian, dan saat itulah tepat pukul 10.00 pertama kali aku bertemu dengannya.
            Aku duduk berhadapan dengannya, sedang Iin duduk berhadapan dengan teman SMPnya dulu. Iin dengan PDnya ngobrol dengan teman SMPnya itu yang bernama Faris. Sedang aku hanya diam. Satu hal yang aku bingung dengan cowok yang sedang duduk di hadapanku saat itu, yaitu kenapa dia terus saja menunduk? Dan kadang-kadang melirik ke arahku dengan tersenyum malu. Aku pun risih dengan tingkah lakunya yang aneh itu. Dan perkataan Iin yang tiba-tiba membuyarkan lamunanku.
            “namanya Luki.” Ujar Iin dengan senyum menggoda.
            “apa?” tanyaku bingung, karna aku nggak merasa ingin tau siapa namanya.
            “mbak, kayaknya temen saya ini suka sama mbak.” Ujar Faris
            “hah?” aku kaget. Kemudian ku tatap Luki, tapi ia malah senyum-senyum nggak jelas.
            “ah! Loe ris! Apa-apaan sich!” ujar Luki sambil tersenyum.
            Aku yang saat itu nggak ngerti apa-apa, malah kayak orang bodoh di sana. Karena merasa jengkel akhirnya aku memutuskan untuk pulang duluan.

            Pagi itu seperti biasanya, aku siap-siap berangkat ke sekolah. Tiba-tiba HP-ku berbunyi, aku pun melihat layar HP-ku itu, ada nomor yang tak dikenal di sana. Aku pun membuka SMS dari seseorang yang tak aku kenal itu.
§  Pagi Luna………… ^-^
Itulah isinya, awalnya aku nggak niat untuk membalasnya, namun karena aku penasaran dengan orang yang tidak aku kenal tersebut, akhirnya aku membalasnya.
§  jGa, nie spa?......... (aku)
§  Aqu Luki, masih inget gak? (Luki)
§  Luki spa?.......... (aku)
§  Luki temennya Faris. Masak dah lupa? (Luki)
§  Ouw………dapa Luk? (aku)
§  Gak ada apa2, Cuma mau ngucapin met pagi aja. (Luki)
§  Ouw………ya dah, MZannya d.lnjutn nnti ja yach, CZ, au nya mw skul. (aku)
§  Oh ya udah. Met skul Luna, yang rajin ya belajarnya, n’ hati2 dijalan (Luki)
Akupun menyudai SMSan yang nggak jelas itu, kemudian berangkat ke sekolah.

            Sejak saat itu, Luki mulai rajin SMS aku, walaupun terkadang nggak aku balas SMSnya, namun ia masih saja begitu rajin SMS dan telpon aku.
            Lama kelamaan akupun mulai nyaman berteman dengan Luki. Kami sering jalan bareng dan tak jarang Luki memintaku untuk membantunya mengerjakan tugas B.inggris-nya. Lalu pada suatu hari, Luki mengajakku keluar jalan-jalan, aku sebagai teman akrabnya pun mengiyakan ajakannya.
            Kami jalan-jalan di taman kota. Membeli ice-cream kesukaanku, bermain ayunan dan bercanda. Aku sedang duduk di kursi taman ketike tiba-tiba Luki duduk bersimpuh di depanku. Dia kelihatan tegang.
            “ada apa?” tanyaku pada Luki. Luki menarik nafas panjang, kemudian bicara.
            “AKU MENYUKAI KAMU, LUNA.” Ujar Luki mantap. Jujur aku nggak pernah melihat cowok yang menyatakan cinta semantap dia.
            Aku melongo kaget dengan ucapannya.
            “Aku tau aku lancang, tapi aku nggak bisa menyimpan perasaan ini terlalu lama. Aku sudah suka sama kamu sejak dulu. Sejak pertama kali aku bertemu dengan kamu. Luna, aku bukan cowok yang pandai merangkai kata-kata manis buat cewek yang aku suka. Namun aku bisa menjaga cewek yang aku suka agar selalu tersenyum. Luna, kamu mau nggak jadi pacar aku?” ujar Luki panjang lebar.
            Aku malah masih melongo dan nggak bisa berkata apa-apa. Bagaimana tidak, cowok yang slama ini aku anggap sebagai teman menyukai ku.
            “Luki, sejak kapan kamu…………” aku nggak bisa ngelanjutin kata-kataku karna aku terlalu kaget dengan pengakuan Luki tersebut.
            “kamu memang nggak pernah merhatiin aku, apa kamu nggak sadar? Slama ini aku udah berusaha nunjukin rasa itu sama kamu, tapi kamu malah cuek gitu aja. Gimana Lun? Kamu mau nggak jadi cewek aku?” terangnya.
            Aku malah makin bingung dengan jawabanku sendiri. Aku berfikir, jika aku menolaknya, maka ia pasti akan sangat kecewa dan akan menjauhiku, mungkin lebih baik aku menerimanya, toh nggak ada ruginya aku pacaran sama dia, dia populer di sekolahannya dan menjadi incaran banyak cewek seusiaku.
            “ya udah dech Luk, aku mau.” Ujarku dengan rasa sedikit tidak enak.
            Luki tersenyum, kemudian berdiri di hadapanku, aku kira dia akan memelukku, kalau dia sampai melakukannya aku sudah menyiapkan ancang-ancang untuk kabur, namun dia malah membalikkan badan kemudian berkata,
            “ayo kita pulang”    
Nggak terasa udah 8 bulan aku pacaran sama Luki, dan selama 8 bulan itu Luki selalu perhatian padaku, dia selalu menjemputku setiap pulang sekolah dan selalu siap jika aku meminta dia mengantar aku ke toko buku untuk membeli buku.
Namun ada yang salah dengan hatiku ini, mengapa sampai saat ini aku masih belum menyukainya, padahal dia cowokku, aku sama sekali tak mempunyai rasa sama Luki, aku malah menyukai cowok lain yang bernama Ilham, teman sekelasku.
Aku mulai merasa bersalah pada Luki karena telah mempermainkannya, aku pun berencana putus dengannya tanpa memberitahukannya alasan sebenarnya, tapi takdir mempunyai rencana lain.
Malam itu malam minggu. Seperti biasa Luki apel kerumahku. Kami duduk di teras depan rumahku. Saat itulah aku bermaksud memutuskan hubunganku dengannya. namun karna melihat wajah Luki yang muram, akhirnya aku tak jadi menjalankan rencanaku.
“ada apa?” tanyaku padanya.
Luki diam, kemudian menghela nafas, dan mendongak menatap langit yang hitam kelam. Lalu dia beralih menatapku.
“Luna……… kamu cinta nggak ma aku?” tanyanya. Pertanyaan itu membuat tenggorokkanku tercekat, aku nggak bisa ngomong apa-apa. Aku nggak mau bohongin dia dan hatiku lagi, sudah cukup sampai di sini saja aku nyakitin dia.
“udah aku duga.” Ujarnya tiba-tiba. Matanya berkaca-kaca.
“kamu emang nggak pernah cinta ama aku (diam). Aku nggak bodoh Lun (diam). Aku tau kamu terpaksa nrima aku.” Ujarnya. Akupun mulai terdiam, berusaha untuk memahaminya.
“selama ini aku slalu berusaha sabar untuk menanti rasa yang aku inginkan dari kamu. Aku mencoba untuk sabar. Tapi kini, akhirnya aku sadar, penantianku slama ini tu sia-sia. Karna kamu nggak mungkin ngasih rasa itu buat aku.”
Dia menggenggam tanganku, dan itulah pertama kalinya dia berani menggenggam tanganku.
“aku sudah buat keputusan Lun. Aku bakal ngerelain kamu, aku nggak bisa nunggu rasa yang nggak mungkin kamu kasih ke aku, aku sadar, aku sama sekali nggak berharga bagi kamu (diam). Kamu percaya nggak kalau aku bilang kamu adalah cinta pertama aku? Aku gombalnya. Tapi, kamu memang cinta pertama aku. Kamu tau nggak Lun? Kamulah satu-satunya cewek yang bisa bikin aku nangis, kamulah satu-satunya cewek yang bisa bikin hati aku sakit banget. Tapi nggak apa-apa Lun, kamu nggak salah, aku yang salah. Untuk terakhir kalinya, aku suka sama kamu, aku sangat menyukai kamu.” Ujarnya panjang lebar.
“kita putus.” Akhirnya kata itu keluar juga dari mulutnya, walaupun aku tau dia sangat berat mngucapkannya, namun dia masih saja mengucapkannya. Dan akhirnya dia pun pergi.
Entah mengapa air mataku mengalir saat menatapnya pergi, ada apa dengan hatiku? Kenapa hati aku jadi sakit seperti ini saat melihatnya pergi?    

Ternyata rasa ini telah mengecohku, dia datang begitu Luki pergi. Aku tak bisa mengatakan apa namanya rasa ini, tapi setelah aku pahami lagi, ternyata rasa inilah yang di inginkan Luki slama ini. Aku terlalu jaim untuk mengakuinya.
Sekarang aku menyukai Luki, namun Luki sudah terlanjur pergi.





 
RUN AWAY Blogger Template by Ipietoon Blogger Template